Friday, 16 March 2012

Program Mobile Clinic

Insaf Malaysia akan mengadakan program mobile clinic di Felda Tersang 1, 27600 Raub, Pahang - jalan menuju ke Sg. Koyan pada 17hb. Mac 2012 jam 7.30 pagi - 5.00 petang. Program ini terdiri daripada 1 logistic, 1 doktor perubatan dan 2 psychologist. Rawatan akan dilakukan dari rumah ke rumah warga emas yang terlalu uzur di sekitar Felda Tersang. Selain itu kami juga akan memberikan khidmat kaunseling kepada wrarga emas ini dan juga kepada penjaga-penjaga mereka.

Tuesday, 31 January 2012

Penerima Zakat

“Artinya : Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana” [At-Taubah : 60]

Penjelasan tentang kedelapan penerima tersebut adalah sebagai berikut.


  1. Orang-orang Fakir - Orang fakir ialah orang yang tidak mempunyai harta untuk memenuhi kebutuhannya dan kebutuhan orang-orang yang ia tanggung. Kebutuhan itu berupa makanan, atau minuman, atau pakaian, atau tempat tinggal, kendati ia mempunyai harta se-nishab.
  2. Orang Miskin - Bisa jadi orang miskin itu kefakirannya lebih ringan, atau lebih berat daripada orang fakir. Hanya saja hukum keduanya adalah satu dalam segala hal. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendefinisikan orang miskin dalam hadits-haditsnya, misalnya beliau bersabda. “Artinya : Orang miskin bukanlah orang yang berkeliling kepada manusia dan bisa disuruh pulang oleh sesuap makanan, atau dua suap makanan, atau satu kurma, atau dua kurma. Namun orang miskin ialah orang yang tidak mempunyai kekayaan yang membuatnya kaya, tidak diketahui kemudian perlu diberi sedekah, dan tidak meminta-minta manusia” [Diriwayatkan Bukhari]
  3. Pengurus Zakat - Yaitu pemungut zakat, atau orang-orang yang mengumpulkannya, atau orang yang menakarnya, atau penulisnya di dokumen. Petugas Zakat diberi upah dari zakat kendati orang kaya, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Artinya : Sedekah (zakat) tidak halal bagi orang kaya kecuali bagi lima orang petugasnya, orang yang membeli zakat dengan hartanya, orang yang berhutang, pejuang di jalan Allah atau orang miskin yang bersedekah dengannya kemudian menghadiahkannya kepada orang kaya” [Diriwayatkan Ahmad]
  4. Orang-orang yang dibujuk hatinya - Yaitu orang-orang yang lemah ke-Islamannya dan orang yang berpengaruh di kaummnya. Ia diberi zakat untuk membujuk hatinya dan mengarahkannya kepada Islam dengan harapan ia bermanfaat bagi orang banyak atau kejahatannya terhenti. Zakat juga boleh diberikan kepada orang kafir yang diharapkan bisa beriman atau kaumnya bisa beriman. Ia diberi zakat untuk mengajak mereka kepada Islam dan membuat mereka cinta Islam. atah ini bisa diperluas distribusinya kepada semua pihak yang dapat mewujudkan kemaslahatan bagi Islam dan kaum Muslimin, misalnya para wartawan atau penulis.
  5. Memerdekakan Budak - Yang dimaksud dengan point ini ialah bahwa seorang Muslim mempunyai budak, kemudian dibeli dari uang zakat dan dimerdekakan di jalan Allah. Atau ia mempunyai budak mukatib (budak yang membebaskan dirinya dengan membayar sejumlah uang kepada pemiliknya), kemudian ia diberi uang zakat yang bisa menutup kebutuhan pembayaran dirinya, hingga ia bisa menjadi orang merdeka.
  6. Orang-orang yang Berhutang - Yaitu orang-orang yang berhutang tidak di jalan kemaksiatan kepada Allah, Rasul-Nya, dan mendapatkan kesulitan untuk membayarnya. Ia diberi zakat untuk melunasi hutangnya, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Artinya : Meminta-minta tidak diperbolehkan kecuali bagi tiga orang : Orang yang sangat Miskin, atau orang yang berhutang banyak, atau orang yang menanggung diyat (ganti rugi karena luka, atau pembunuhan)” [Diriwayatkan At-Timridzi dan ia meng-hasan-kannya]
  7. Di jalan Allah - Yaitu amal perbuatan yang mengantarkan kepada keridhaan Allah Ta’ala dan Surga-Nya, terutama jihad untuk meninggikan kalimat-Nya. Jadi penjuang di jalan Allah Ta’ala diberi zakat kendati dia orang kaya. Jatah ini berlaku umum bagi seluruh kemaslahatan-kemaslahatan umum agama, misalnya pembangunan rumah-rumah sakit, pembangunan sekolah-sekolah, dan pembangunan panti asuhan anak-anak yatim. Tapi yang harus didahulukan ialah yang terkait dengan jihad, misalnya penyiapan senjata, perbekalan, pasukan, dan seluruh kebutuhan jihad di jalan Allah Ta’ala.
  8. Ibnu Sabil - Yaitu musafir yang terputus dari negerinya yang jauh. Ia diberi zakat yang bisa menutupi kebutuhannya di tengah-tengah keterasingannya kendati ia kaya di negerinya. Ia diberi zakat karena ia terancam miskin di perjalanannya dan ini dengan syarat tidak ada orang yang meminjaminya uang yang bisa memenuhi kebutuhannya. Jika ia memungkinkan bisa pinjam uang kepada seseorang, ia wajib meminjamnya dan tidak berhak diberi zakat selagi ia kaya di negerinya.
Kemudian, saya ringkaskan Catatan tambahan dari Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi.
Catatan.

[1]. Jika seorang muslim menyerahkan zakat hartanya kepada kelompok manapun di antara kedelapan kelompok di atas, maka sah. Hanya saja, ia harus memberikannya kepada pihak yang paling membutuhkan dan paling besar kebutuhannya. Jika zakatnya berupa uang yang banyak, kemudian ia membagi-bagikannya kepada masing-masing kedelapan kelompok tersebut, maka itu baik sekali.

[2]. Orang muslim tidak boleh memberikan zakatnya kepada orang yang wajib ia nafkahi, misalnya kedua orang tuanya, atau anak-anaknya, dan seterusnya, serta isteri-isterinya, karena ia berkewajiban menafkahi mereka.

[5]. Zakat tidak boleh diberikan kepada orang kafir, atau orang fasik seperti orang yang meninggalkan shalat, orang yang melecehkan syariat Islam, dan lain sebagainya, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Artinya : Zakat diambil dari orang-orang kaya mereka, dan dikembalikan kepada orang-orang fakir mereka”.

Maksudnya ialah zakat diambil dari orang-orang kaya kaum Muslimin dan dikembalikan kepada orang-orang fakir kaum Muslimin. Zakat juga tidak boleh diberikan kepada orang kaya dan orang kuat yang bisa kerja, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Artinya : Orang kaya tidak mempunyai bagian terhadap zakat dan juga orang kuat yang bisa kerja” [Diriwayatkan Ahmad]

Maksudnya orang yang bisa kerja sesuai dengan kadar kecukupannya.

[6]. Zakat tidak boleh dipindahkan dari satu negeri ke negeri lain yang jauhnya sejauh perjalanan yang dibenarkan melakukan shalat qashar, atau lebih, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.”Artinya : Zakat itu dikembalikan kepada orang-orang fakir mereka” Para ulama mengecualikan jika disuatu negeri tidak ada orang-orang fakir atau suatu negeri mempunyai kebutuhan yang sangat besar, maka zakat boleh di pindah ke negeri yang di dalamnya terdapat orang-orang fakir. Tugas ini dilaksanakan imam (pemimpin) atau wakilnya.

[8] Zakat tidak sah kecuali dengan meniatkannya. Jika seseorang membayar zakat tanpa meniatkannya, maka tidak sah, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.”Artinya : Sesungguhnya semua amal perbuatan itu harus dengan niat, dan setiap orang itu sesuai dengan niatnya”.

Jadi orang yang membayar zakat harus meniatkan zakat sebagai kewajiban dari hartanya dan memaksudkannya kepada keridhaan Allah, sebab ikhlas adalah syarat diterimanya semua ibadah, dan karena Allah Ta’ala berfirman.”Artinya : Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus” [Al-Bayyinah : 5] 

Friday, 27 January 2012

We make a LIVING by what we GET
We make a LIFE by what we GIVE
- Sir Winston Churchill

Sunday, 25 December 2011

Penasihat Insaf Malaysia Tan Sri Dr.Abdul Hamid Othman Meninggal

Kuala Lumpur 24hb.Dec.2011 - Tan Sri Dr Abdul Hamid Othman bekas Menteri di Jabatan Perdana Menteri, 72 tahun, meninggal dunia semalam dipercayai akibat serangan angin ahmar. Allahyarham yang bertugas sebagai Penasihat Maju Holdings Sdn Bhd meninggal dunia kira-kira jam 4.45 petang ketika sedang menjalankan urusan kerja di pejabatnya di Maju Junction di sini.

Pegawai peribadinya, Nor Azhar Yusof, berkata sebelum serangan itu beliau kelihatan sihat namun tiba-tiba mengalami kesukaran bernafas.
“Kakitangan pejabat memanggil saya apabila melihat Allahyarham mengalami sesak nafas dan kami semua cuba memberi bantuan kecemasan termasuk bantuan pernafasan namun lima minit kemudian Tan Sri telah tiada.
“Allahyarham mempunyai sejarah penyakit lain iaitu sakit jantung dan diabetis,” katanya ketika dihubungi.
Beliau berkata jenazah Abdul Hamid dibawa pulang ke kediamannya di Taman Tenaga, Batu 9, Jalan Puchong. Penasihat Agung Pusat Kebajikan Wanita dan Keluarga (KEWAJA) itu meninggalkan seorang isteri, Puan Sri Jamilah Mohd Said, 68, seorang anak, Wafi Nazrin serta lima orang cucu.
Allahyarham yang dilahirkan pada 21 Julai 1939 di Kampung Kemelong, Mukim Sik, Kedah pernah mengetuai Pusat Islam Malaysia di Jabatan Perdana Menteri sebagai Ketua Pengarah, Bahagian Hal Ehwal Islam.
Abdul Hamid memegang jawatan sebagai Menteri di Jabatan Perdana Menteri dari 1995 sehingga 1999. Sebelum itu pada tahun 1990 beliau dilantik sebagai Timbalan Menteri di Jabatan Perdana Menteri.
Pada 2001, Abdul Hamid dilantik sebagai Penasihat Agama kepada Tun Dr Mahathir Mohamad dan kemudian Penasihat Agama kepada Tun Abdullah Ahmad Badawi dari 2005 hingga 2009. – BERNAMA

Thursday, 17 November 2011

9 First Aid Skills That Can Really Save a Life

The Skills You Need to Have When Seconds Count

There are those mommy first aid skills where a Band-Aid and a kiss are all that's needed to make everything better. We can fix a cut finger or ice a twisted ankle or staunch a bloody nose, the skills we learn almost by osmosis from watching Mom or Grandma.

Then there's stepping up during an emergency, the difference between life or death.
Saving lives is a mindset. It's knowing how to do what you need to do and not being afraid to act. With the exception of using an Epi-Pen, nothing on this list requires special tools, just your brain, your hands and your quick action.

1. CPR
It doesn't get any more deadly than dead. Cardiac arrest is what paramedics call the condition that is commonly known as death: the heart is no longer pumping blood. Whatever the cause, there is only one outcome if cardiac arrest is not treated with CPR - the victim stays dead.?

Anaphylaxis is a severe allergy that kills hundreds of people every year. Whether the allergy is to bees, peanuts, shellfish or antibiotics, anaphylaxis quickly progresses to dead if left untreated. The best way to stop anaphylaxis in its tracks is to use an Epi-Pen.
 
When somebody's choking on a piece of filet mignon, quick action is all that might stand between a minor dinner embarrassment and horrible death. Are you ready to force the offending meat out of the airway with a Heimlich Maneuver?

4. Treat a Choking Infant
Babies are built differently than bigger kids and adults. So, for the under 12 month crowd, getting something out of the airway has more options, which is good, since these guys are much more likely to have something in there in the first place. When your curious little one gets a chunk of whatever caught in his pipe, do you know how to treat a choking baby?

5. Stop Bleeding
With two steps, almost all bleeding can be controlled: pressure and elevation. Unfortunately, few things are as scary to us puny humans as letting our life-force leak out. In the midst of a nightmare, can you stop bleeding?

After too much blood has been lost, the next step is too little blood pressure. We hear lots about how bad high blood pressure is, but while high blood pressure will kill you in a few years, low blood pressure can kill you in a few minutes. If you weren't able to stop bleeding fast enough, you'd better be able to treat shock.

7. Treat Heat Stroke
The most important step in treating heat stroke is recognizing heat stroke. Hot, dry and confused in the middle of a hot day is a combination that should make you shudder, then make you call 911 and start throwing ice on the victim.

8. Treat Low Blood Sugar
As bad as low blood pressure is low blood sugar. This is one of those special situations that doesn't affect everyone, but since diabetics don't always have their diagnosis written on them (some do, on a bracelet) it's a skill you should know. For most of us, too much sugar is a problem we suffer with all too often, but too little blood sugar is a killer. Everyone should know how to treat low blood sugar.

9. Treat Hypothermia
Like heat stroke, winning the battle against hypothermia starts with knowing hypothermia when you see it -- or feel it. Warming a victim of hypothermia is arguably the easiest skill on this list, but that doesn't make it any less important. In cold weather, you should know how to treat hypothermia.

Thursday, 27 October 2011

Turkey Accepts Offers of Earthquake Aid

After a third night of freezing conditions in southeastern Turkey, hope of finding more survivors from Sunday's powerful earthquake is beginning to fade. But with winter approaching and thousands of people homeless, fear is growing of a greater crisis facing the area.

Two more people have been found alive by rescue workers in their collapsed homes. A teacher and a young student were pulled out of the rubble on Wednesday. The student was found by rescuers using sophisticated micro-cameras that penetrated deep into the collapsed building.
But with powerful aftershocks continuing and sub-freezing temperatures falling on the region for a fourth night, hopes of finding more survivors are fading. The hard decision to turn search-and-rescue into a clearance operation is now looming, and the risk of disease is growing. There are already reports of outbreaks of diarrhea among children.

The government has now accepted offers of help from 30 countries around the world, including Israel. Relations between Israel and Turkey have been strained since Israeli commandos raided a Gaza-bound aid flotilla last year, killing nine Turkish activists.
Turkish President Abdullah Gul welcomed the help. He says nearly 50 presidents called with offers of help and that the Foreign Ministry will reach out as soon as it is determined there is a need. President Gul says Turkey did not initially make a call for the international community's help but later reversed its decision.
Criticism has been steadily growing over the government's rejection of most international help. Turkey had initially accepted offers of help only from Iran and Azerbaijan, which border the quake-stricken region. Following the quake, Ankara had at first said it was capable of dealing with the crisis on its own.

Turkish Prime Minister Recep Tayyip Erdogan strongly attacked those who criticized his government's handling of the situation. He says the earthquake in and around the city of Van is a litmus test and that critics of his government are provoking the region's people. He says the critics do not care about the dead, those trapped under the rubble, or the collapsed houses. Mr. Erdogan says they are only trying to profit from the situation.

Analysts say the reason behind Ankara's eventual decision to accept aid is the growing concern that the region could be facing an even bigger crisis.

The 7.2 magnitude quake destroyed thousands of apartment blocks and leveled numerous villages where the houses are made of clay and mud. With winter fast approaching, authorities are under increasing pressure to provide for those who have lost their homes.
While tent cities and field kitchens have been built in several towns and cities, officials have admitted they underestimated the need for tents. Observers say there is now a growing awareness on the part of the government that it is a race against time to accommodate the thousands of homeless before winter sets in.

Tuesday, 25 October 2011

Program Kesihatan BAKAT - Bantuan Kemanusiaan Orang Asli Tasik Chini















Insaf Malaysia akan mengadakan Program Kesihatan BAKAT (Bantuan Kemanusiaan Orang Asli Tasik Chini) pada 19 – 20hb. November 2011 di 5 buah perkampungan orang asli iaitu di Kg. Ulu Gumum, Kg. Cendahan, Kg. Belai, Kg. Tg. Puput dan Kg. Melai yang terletak di Tasik Chini, Pekan, Pahang.



























Program kesihatan tersebut adalah merangkumi siri mobile clinic dimana rawatan yang diberikan adalah percuma khas untuk penduduk yang daif di perkampungan orang asli tersebut. Pasukan Insaf Malaysia yang terdiri daripada Pegawai Perubatan, Penolong Pegawai Perubatan dan pakar logistik yang berpengalaman akan bersama-sama dengan PERKIM di dalam menjayakan program ini.

Sementara itu, 2 orang pakar makanan (Food Programme) dan 2 orang pakar di dalam Air Bersih akan turut serta dalam program ini bagi membuat tinjauan di kawasan-kawasan tersebut.

Turkey earthquake: rescuers frantically search for survivors


















Digging continues at dozens of collapsed buildings in Ercis and Van as death toll after 7.2-magnitude quake rises to more than 200 -
Rescue teams in eastern Turkey are working frantically to pull more survivors from the wreckage of dozens of collapsed buildings following an earthquake in which at least 279 people were killed and hundreds of others injured or trapped.There was increasing concern for tens of thousands of people forced to spend the night outdoors in near-freezing temperatures in the mountainous Van region, as their damaged homes were shaken by a succession of aftershocks.

"It is a very urgent situation," Hakki Erskoy,, a disaster manager for the Turkish Red Crescent, said, adding that his organisation was dealing with 40,000 homeless people, adding. "Right now, we are facing a race against time to provide shelter for people."

Sunday's 7.2-magnitude quake had the most severe effect in Ercis, a town of around 75,000 people, where an estimated 80 buildings collapsed. The provincial capital, Van, about 60 miles to the south, experienced substantial damage as well, and the situation was bad in many surrounding villages. According to the Turkish prime minister, Recep Tayyip Erdogan, who toured the region by helicopter, virtually all mud-brick homes had collapsed. He told a late-night press conference in Van: "Because the buildings are made of mud-brick, they are more vulnerable to quakes. I must say that almost all buildings in such villages are destroyed."

He returned to Ankara to chair a cabinet meeting about the disaster.

While death tolls given by government ministers varied, the number of dead is likely to rise substantially as bodies are removed from the rubble. Rescue teams used diggers and cranes to remove bigger pieces of debris before going through wreckage using picks, bars and their bare hands to find survivors, working through the night under floodlights. One report said 24 people had been pulled from rubble alive in two hours during the first morning after the quake. While this slowed, there were still successes.

Rescuers were often led to survivors via mobile phone calls. A man, Yalcin Akay, was saved from a collapsed six-storey building in Ercis after he called an emergency line and described his location, the Anatolia news agency reported. Three others, including two children, were also rescued from the building.
Witnesses watched a woman and her daughter being painstakingly released from beneath a concrete slab. "I'm here, I'm here," the woman called to rescuers.

Others had to wait and hope. One woman at another building in Ercis said she had spoken to a fellow teacher six hours after the quake. "She's my friend, and she called me to say that she's alive and she's stuck in the rubble near the stairs of the building," she said. "She told me she was wearing red pyjamas." One particularly urgent search was centred on a collapsed student dormitory in Ercis. "University students are said to be living here," Mustafa Bilgin, a mine rescue expert, said. "We don't know how many of them are still inside – we've reached their computers, clothing, but we did not see anyone."

Despite worries about the ease with which so many tall buildings collapsed – poor construction standards have been blamed for the high death tolls in previous quakes in Turkey – the interior minister, Idris Naim Sahin, said the final tally may be lower than initially feared. "There could be around 100 people [still in the rubble]. It could be more or it could be less," he said. "But we are not talking about thousands."

The Red Crescent has set up tented relief camps in two stadiums in Ercis, also distributing tents to those who prefer to remain near their homes. It was also handing out supplies such as blankets, sleeping bags and heaters.

Another task, Erskoy said, was providing emotional support for the bereaved or those waiting to hear about the missing. "This is very difficult work," he said. "We're working with psychologists to provide the best support that we can."

Some significant relief efforts were being organised via social media such as Twitter and Facebook. Erhan Çelik, a journalist for Turkey's Kanal 7 TV station, passed to his 22,000 Twitter followers an appeal for people to offer accommodation to those made homeless. Within a few hours, he said, he had received 17,000 emails in response.

There was also a darker side. Van province has a majority Kurdish population and is a centre of support for the banned separatist Kurdish Workers' party (PKK).
A Turkish TV host triggered protests after asking why Kurds who sometimes battled the police should expect help from officers. Çelik said he had received abusive replies after tweeting condolences in Kurdish as well as Turkish.

A number of countries have offered assistance with both relief aid and search and rescue efforts. Erdogan said Turkey was able to cope for the time being.